Sunday, February 27, 2011

Fungsi Menu dan Icon Pada Photoshop

MELIHAT AREA KERJA

    Pertama kali Anda mengaktifkan program Adobe Photoshop CS2, akan nampak area kerja yang terbagi menjadi beberapa bagian menu yaitu: Menu Bar, Option Bar, Toolbox, Pallet Well, dan Pallete

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

A. Option bar
: berisi informasi tentang tool yang saat itu digunakan.
B. Toolbox
: perangkat utama yang digunakan untuk membuat, mengedit gambar dan teks.
E. Pallete well
: membantu dalam menata beberapa palet yang digunakan.
F. Pallete
: membantu memonitor dan mengedit gambar (image).
C. Status Bar
: menginformasikan ukuran file dan dokumen yang saat itu aktif.
D. Menu bar
: berisi menu-menu yang dapat membantu memudahkan dalam bekerja dan terorganisir sesuai dengan topik yang saat itu digunakan. Sebagai contoh, menu Layers berisi menu-menu yang berhubungan dengan Pallete Layers.

TOOLBOX

Menu Toolbox dibagi menjadi beberapa bagian:
2.1. Marquee Tool

Rectangle Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk persegi.
Elliptical Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk lingkaran.
Single Row Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk garis horisontal.
Single Column Marquee Tool: untuk membuat seleksi berbentuk garis vertikal.
Caranya: pilih salah satu tool yang disediakan kemudian letakkan pada image yang dimaksud. Klik mouse sambil menyeret ke area lain kemudian lepaskan.
 
2.2. Move Tool : Untuk memindahkan objek (teks maupun grafik).
Caranya: Aktifkan Move tool, lalu pilih objek yang ingin dipindahkan. Seret ke daerah lain.
 
2.3. Lasso Tool
Lasso Tool: untuk membuat seleksi secara bebas (handsfree)
Polygon Lasso Tool: untuk membuat seleksi secara bebas namun beraturan.
Magnetic Lasso Tool: untuk membuat seleksi bebas berdasarkan tingkat kesamaan warna. Caranya: aktifkan salah satu tool (missal: Magnetic Lasso tool) dan tempatkan pada daerah yang ingin dibuat seleksi. Klik ujung Magnetic Lasso tool dan seret mouse mengelilingi daerah yang dimaksud.
 
2.4. Magic Wand Tool : untuk membuat seleksi berdasarkan kesamaan warna.
Caranya: aktifkan tool tersebut kemudian aturlah beberapa spesifikasi pada menu option di bagian atas seperti toleransi (Tolerance), Antialis, Contigous, dan Sample All Layers. Semakin besar nilai pada Tolerance maka akan membuat seleksi sesuai kesamaan warna yang berdekatan.
 
2.5. Crop Tool : untuk membuang bagian dari image canvas yang tidak digunakan.
Caranya: aktifkan Crop tool kemudian letakkan mouse pada daerah tertentu lalu seret ke daerah lain. Klik tanda centang di bagian atas jika sudah memilih atau tekan tombol Enter. Untuk memperkecil atau memperbesar area yang dipilih, klik titik Nude di bagian kiri/kanan/atas/bawah dan seret ke tempat lain untuk membuat perubahan ukuran.
 
2.6. Slice Tool : untuk membuat irisan pada image menjadi beberapa bagaian secara otomatis. Teknik ini sangat diperlukan ketika menampilkan beberapa gambar di internet karena sebuah gambar akan dipotong menjadi beberapa bagian sehingga akan lebih cepat ditampilkan.
Caranya: akifkan Slice tool kemudian buat seleksi berbentuk kotak pada gambar yang ingin dipotong. Buatlah irisan pada daerah lain dengan cara yang sama. Usahahan pemotongan selanjutnya tepat pada garis sebelumnya karena jika kurang atau melebihi daerah pemotongan sebelumnya maka secara otomatis akan membuat irisan lain.
 
2.7. Slice Select Tool : untuk memilih salah satu bagian yang telah dibuat menggunakan Slice Tool.
Caranya: tekan tombol Shift dan klik pada salah satu irisan untuk memilih bagian yang dimaksud
 
2.8. Healing Brush Tool : untuk memperbaiki bagian image yang cacat, kotor, maupun tergores dengan warna lain dengan cara menduplikasi dari warna atau pola pada bagian lain.
Caranya: tekan tombol Alt sambil mengklik tombol mouse pada daerah yang ingin dijadikan sumber. Lepaskan tombol Alt, lalu goreskan pada daerah yang ingin diperbaiki/dihilangkan.
 
2.8. Pacth Tool : untuk memperbaiki bagian image yang cacat, kotor, maupun tergores dengan warna lain dengan cara memilih sumber warna/pola pada bagian lain.
Caranya: aktifkan Patch tool, seleksi daerah yang ingin diperbaiki menggunak tool tersebut. Setelah terbentuk seleksi, seret ke daerah lain sebagai sumber untuk menutupi daerah yang kotor.
 
2.9. Spot Healing Brush Tool : tool ini dapat memindahkan noda/cacat secara cepat dan ketidaksempurnaan lain pada gambar. Spot Healing Brush tool bekerja dengan cara mengambil sampel dari gambar atau tekstur yang tepat, pencahayaan, dan pixel yang telah diperbaiki secara otomatis. Tidak sama dengan Healing Brush yang menutupi cacat dengan cara mengambil sampel yang kita tentukan, Spot Healing Brush secara otomatis mengambil sampel warna yang sesuai untuk menutupi daerah yang cacat.
Caranya: aktifkan Spot Healing Brush tool, kemudian aturlah ukuran brush dan tingkat ketajaman (hard). Selanjutnya, goreskan pada daerah yang kotor secara perlahan-lahan.
 
2.10. Red Eye Tool Seperti namanya, tool in dapat menghilangkan efek Red eye pada foto Anda.
Caranya: aktifkan Red Eye tool, kemudian klik pada mata yang berwarna merah (Red Eye). Jika kurang puas dengan hasil yang telah dibuat, Anda dapat membatalkannya kemudian atur menu option di bagian atas. Aturah ukuran Pupil (Pupil Size) dan tingkat gelap pupil (Darken Pupil).
 
2.11. Brush Tool : untuk membuat goresan kuas ketika mewarnai objek. Terdapat 12 tipe brush yang dapat Anda pilih, dan tiap-tiap tipe memiliki 20 jenis brush yang berbeda bentuk dan ukurannya. Diantaranya ada yang berbentuk daun, bunga, rumput, dan berbentuk pena untuk membuat kaligrafi.
Caranya: aktifkan Brush tool, lalu aturlah ukuran brush, tipe brush dan tingkat kepekatan (opacity) pada menu option di bagian atas. Selanjutnya pilihlah warna yang diinginkan.
 
2.12. Pencil Tool : untuk membuat garis secara bebas dengan goresan yang menyerupai sebuah pensil.
Caranya: sama dengan Brush tool.
 
2.13. Clone Stamp Tool : untuk menggambar dari sampel pada sebuah image.
Caranya: aktifkan Clone Stamp tool dan aturlah ukuran brush, pilih tipe yang lembut (Soft). Selanjutnya klik pada daerah yang akan dijadikan sampel sambil menekan tombol Alt. lalu klik pada daerah lain yang akan dijadikan target. Teknik ini biasanya digunakan untuk memanipulasi sebuah image ketika menambahkan objek yang sama.
 
2.14. Pattern Stamp Tool : untuk menggambar dari bagian atau pola yang telah diambil.
Caranya: aktifkan Pattern Stamp tool, pilih ukuran dan tipe brush. Selanjutnya, pada menu option di bagian atas, tentukan jenis pola (pattern) yang digunakan untuk menggambar.
 
2.15. History Brush Tool : untuk mengembalikan objek pada posisi history tertentu. Tool in sangat berguna ketika mewarnai objek dengan brush kemudian ingin menghapusnya. Jika Anda menghapus menggunakan Eraser tool maka objek yang lain akan ikut terhapus.
Caranya: aktifkan History Brush tool dan tentukan ukuran brush. Goreskan pada objek untuk menghilangkan bekas goresan brush.
 
2.16. Art History Brush Tool : untuk mewarnai objek berdasarkan history tertentu.
Caranya: aktifkan Art History Brush tool dan aturlah ukuran brush. Pada menu option, aturlah beberapa spesifikasi (Opacity, Style, Type, dan Tolerance). Kemudian goreskan pada gambar secara perlahan-lahan.
 
2.17. Eraser Tool : untuk menghapus objek dan dapat mengembalikan objek yang sudah terhapus ke posisi semula.
Caranya: aktifkan Eraser tool, pilih ukuran brush dan pilih tipe brush yang lembut (Soft), jika perlu perkecil tingkat kepekatan (opacity). Semakin kecil nilai opacity maka akan semakin lembut bagian tepi objek yang telah terhapus.
 
2.18. Background Eraser Tool : Untuk menghapus latar belakang (background) agar menjadi trasparan.
Caranya: akifkan Background Eraser tool kemudian aturlah beberapa spesifikasi pada Option bar. Pada opsi Limits, pilih tipe Contiguous agar warna yang pertama kali terhapus menjadi acuan untuk menghapus warna berikutnya.
 
2.19. Magic Eraser Tool : Untuk menghapus warna yang solid dengan cara mengklik sekali pada bagian tertentu.
Caranya: aktifkan Magic Eraser tool, kemutian aturlah nilai Tolerance (semakin besar nilainya maka warna yang berdekatan akan ikut terhapus), Anti-alias (jika diberi tanda centang maka warna yang terhapus semakin lembut), Contiguous (jika diaktifkan, akan menghapus bagian lain), dan Sample All Layer (jika diaktifkan, semua layer di bawahnya ikut terhapus).
 
2.20. Gradient Tool : Untuk mewarnai objek dengan warna gradasi dengan tipe linier, angle, reflected, dan diamond.
Caranya: aktifkan Gradient tool dan tentukan tipe gradasi (linier, angle, reflected, dan diamond) pada menu Option. Selanjuntya, pilih warna gradasi, untuk membuat warna gradasi sendiri klik warna gradasi.
 
2.21. Paint Bucket Tool Untuk mengisi objek dengan warna foreground yang telah dipilih.
Caranya: aktifkan Paint Bucket tool, pilih warna yang diinginkan. Klik pada daerah yang ingin diberi warna. Anda dapat pula menekan tombol Alt+Backspace secara bersamaan untuk memberi warna (berfungsi sebagai Shottcuts).
 
2.22. Blur Tool Untuk memperhalus bagian tepi sebuah image. Teknik ini juga sering digunakan untuk memperhalus bagian-bagian tertentu, misalnya memperhalus bagian wajah atau memper-halus pixel yang terlalu besar
Caranya: aktifkan Blur tool, aturlah spesifikasi pada Option bar. Goreskan brush pada daerah yang ingin dibuat kabur (blur).
 
2.23. Sharpen Tool : Untuk mempertajam bagian tepi sebuah image.
Caranya: aktifkan Sharpen tool, aturlah spesifikasinya pada Option bar.
 
2.24. Smudge Tool : Untuk membuat efek sentuhan jari pada cat basah. Teknik ini sering digunakan untuk menggambar secara digital.
Caranya: aktifkan Smudge tool, tentukan ukuran dan tipe Brush (atur pula tingkat ketajaman). Aturlah Mode dan Strenght (radius efek goresan brush, semakin besar nilaninya maka akan bagian lain ikut terkena dampaknya) pada Option bar.
 
2.25. Dodge Tool : Untuk memberikan warna terang pada daerah tertentu.
Caranya: aktifkan Dodge tool, aturlah ukuran dan tipe brush, aturlah pula pada Strenght (semakin besar nilainya maka akan semakin terang).
 
2.26. Burn Tool : Untuk memberikan warna yang gelap pada daerah tertentu dengan goresan brush.
Caranya: sama seperti Dodge tool.
 
2.27. Sponge Tool Untuk meningkatkan saturation pada objek.
Caranya: sama dengan Dodge tool.
 
2.28. Path Seletion Tool Untuk memilih dan mengedit path yang dinginkan.
Caranya: aktifkan Path Selection tool, klik pada path yang telah dimaksud. Teknik ini biasa digunakan jika memiliki beberapa path.
 
2.29. Type Tool Untuk mengetik teks pada sebuah image secara vertikal maupun horizontal.
Caranya: pilih salah satu tipe Type tool (horizontal atau vertikal), pilih jenis font, warna font, dan ukuran font. Anda dapat pula membuat efek teks warped dengan beberapa bentuk pilihan.
 
2.30. Type Mask Tool Untuk membuat seleksi berbentuk huruf.
Caranya: sama dengan Type tool.
 
2.31. Pen Tool Untuk membuat path yang dapat digunakan sebagai seleksi maupun alat gambar.
Caranya: aktifkan Pen tool, dan aturlah Option bar untuk menentukan tipenya (Pen tool atau Freeform Pen tool), dan pilih salah satu bentuknya (Shape Layers, Path atau Fill Pixel).
 
2.32. Custom Shape Tool Untuk membuat bentuk shape tertentu dari daftar yang ditampilkan.
Caranya: sama dengan Pen tool, dan dapat menentukan salah satu bentuk Shape yang diinginkan (Dingbats).
 
2.33. Annotation tool Untuk membuat catatan dan suara yang dapat disertakan dalam image.
Caranya: aktifkan Annotation tool untuk membuat catatan lalu klik dan drag untuk membuat tempat catatan (note). Mulailah mengetikkan beberapa catatan. Perlu diperhatikan, teks dalam catatan tersebut tidak akan tercetak dalam dokumen gambar Anda. Sedangkan untuk membuat notasi berbentuk suara, aktifkan Audio Annotation tool.
 
2.34. Eyedropper Tool Untuk mengambil sampel warna dalam sebuah image.
Caranya: aktifkan Eyedropper tool, lalu klik pada daerah yang ingin diambil sampel warnanya. Umumnya, Anda hanya dapat mengambil sampel satu warna, namun Anda dapat pula mengambil beberapa sampel warna dengan cara menekan tombol Shift saat memilih warna. Maksimal sampel warna yang diambil secara bersamaan adalah 4.
 
2.35. Hand Tool Untuk memindahkan sebuah gambar bersama-sama dengan windows.
Caranya: aktifkan Hand tool dan letakkan pada sebuah image. Geser tampilan windows untuk melihat daerah yang tak tampak.
 
2.36. Zoom Tool Untuk mengatur tampilan (perbesar atau perkecil) image.
Caranya: aktifkan Zoom tool, dan buatlah seleksi untuk memperbesar daerah yang dimaksud. Untuk memperkecil tampilan, tekan tombol Alt sambil mengklik pada daerah yang dimaksud.
 
2.37. Foreground & Background Color Untuk menentukan warna foreground dan background.
Caranya: klik pada ikon tersebut untuk memilih warna. Secara default, warna foreground & background adalah hitam dan putih. Untuk menukar posisinya, tekan huruf X pada keyoard

No comments:

Post a Comment